Sabtu, 26 September 2009

Sekilas Info Kimia

Tema : Unsur Kalsium

Kalsium merupakan logam lunak, berwarna putih keperakan dan bersifat reaktif. Kalsium memiliki nomor atom 20 dan berat atom 40,08. Dalam tabel periodik unsur, termasuk golongan II A (alkali tanah) dan periode empat. Kalsium terdistribusi secara luas dalam kerak bumi, dan merupakan salah satu unsur yang paling melimpah di alam. Kalsium tidak di temukan dalam keadaan bebas, tetapi selalu berada dalam mineralnya, seperti dalam batu kapur/pualam (CaCO3); gips (CaSO¬4.2H2O); fluorspar (CaF2.3Ca3(PO4)2); kulit telur (CaCO3.MgCO3); aragonit; dan sebagainya. Dalam tulang, kalsium berbentuk kristal mirip hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2).

Tubuh kita mengandung lebih banyak kalsium daripada mineral lain. Tubuh kita memerlukan kalsium selama hidup. Keperluan kalsium terbesar pada waktu pertumbuhan (masa kanak-kanak), masa kehamilan dan laktasi. Peranan kalsium dalam tubuh pada umumnya dapat dibagi dua, yaitu membantu membentuk tulang dan gigi dan mengatur proses biologis tubuh. Kadar kalsium mencapai jumlah 39% dari seluruh mineral yang ada dalam tubuh dan 99% kalsium tersebut berada dalam jaringan keras, tulang dan gigi. Dan 1% berada dalam darah, cairan di luar sel dan dalam sel jaringan lunak dimana kalsium mengatur berbagai fungsi metabolik yang penting. Kalsium mempunyai peranan penting dalam proses konstraksi otot, menjaga normalitas kerja jantung dan merupakan aktivator enzim-enzim tertentu.

Di alam, sumber kalsium diperoleh dari jaringan-jaringan hewan dan tumbuhan. Sumber kalsium yang baik adalah susu, ikan laut, udang, dan keju. Sumber nabati yang banyak mengandung kalsium adalah daun singkong, kacang panjang, dan berbagai sayuran lainnya.

Kekurangan kalsium dalam diet seseorang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tulang dan gigi, riketsia pada anak-anak dan dapat menyebabkan osteoporosis (tulang rapuh) pada orang dewasa.

Kalsium karbonat dikenal secara popular sebagai antasit. Walaupun antasit menyediakan salah satu unsur esensial yang diperlukan tubuh, namun menimbulkan kerugian. Reaksi dengan asam lambung menghasilkan gas karbon dioksida dan ion kalsium yang ternyata mempunyai efek yang berlawanan dengan ion magnesium; ion kalsium menimbulkan efek sembelit (atau menyulitkan), sedangkan ion magnesium menimbulkan efek pencahar/pencuci. Kalsium klorida anhidrat bersifat hidroskopik, mudah menyerap uap air; oleh karena itu sering dipakai sebagai agen pengering dalam laboratorium kimia. Reaksi pembentukan heksahidrat, CaCl2.6H2O, bersifat eksotermik. Kalsium klorida, sebagai ganti natrium klorida, juga dipakai untuk melelehkan es menurut dua cara. Pertama, reaksinya dengan air sangat eksotermik, dan kedua, kalsium klorida membentuk campuran yang membeku yang berakibat banyak mereduksi titik leleh. Larutan kalisum klorida pekat sangat terasa lengket, dan sifat ini dapat diaplikasikan untuk menangkap debu pada permukaan jalan yang tidak diperkeras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar